Kloset Cemplung Cubluk: Jenis, Ciri, dan Fungsi

Kloset Cemplung Cubluk: Jenis, Ciri, dan Fungsi

Kloset cemplung atau cubluk adalah jenis kloset sederhana yang menyalurkan limbah langsung ke lubang tanah atau penampungan tanpa sistem pipa modern. Model ini bekerja secara alami dengan bantuan tanah sebagai media resapan. 

Hingga sekarang, kloset cubluk masih banyak digunakan di pedesaan atau wilayah tertentu yang belum memiliki sistem sanitasi permanen. Artikel ini bertujuan membantu Anda mengenal lebih dekat kloset cemplung, mulai dari jenis, ciri khas, hingga fungsinya.

Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menilai kelebihan serta keterbatasannya sebelum memilih sistem sanitasi yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan rumah.

Apa Itu Kloset Cemplung Cubluk?

Jenis Kloset Plengsengan Tanpa Tutup

Kloset cemplung adalah jenis kloset tanpa leher angsa. Sistem ini tidak memakai perangkap air untuk menahan bau. Limbah langsung jatuh ke lubang penampung atau tangki bawah. Model ini umum pada rumah lama atau wilayah pedesaan karena konstruksinya sederhana dan biaya pemasangan relatif rendah.

Istilah cemplung dan cubluk sering dianggap sama, namun maknanya sedikit berbeda. Cemplung merujuk pada cara pembuangan limbah yang langsung jatuh ke bawah. Cubluk biasanya merujuk pada lubang atau ruang penampungnya. 

Dalam praktik sehari-hari, masyarakat sering memakai kedua istilah ini secara bergantian untuk menyebut kloset sederhana tanpa sistem perangkap bau. Cara kerja kloset ini sangat langsung. 

Saat Anda menyiram, kotoran dan air mengalir lurus menuju lubang atau tangki penampung. Tidak ada sistem penyaringan atau alur pipa berkelok. Karena itu, bau mudah naik jika ventilasi buruk atau penutup tidak rapat. Perawatan rutin dan sistem resapan yang baik sangat penting agar kloset cemplung tetap aman dan layak pakai.

Baca Juga: Sedot WC Kapasan Surabaya

Jenis-Jenis Kloset Cemplung Cubluk

cara mengatasi wc duduk bocor air

1. Kloset Cemplung Tradisional

Kloset cemplung tradisional merupakan jenis kloset paling sederhana. Sistem ini hanya berupa lubang tanah tanpa lapisan permanen seperti beton atau keramik. Limbah langsung masuk ke tanah tanpa proses penyaringan modern. 

Model seperti ini masih sering Anda temukan pada bangunan lama. Penggunaan kloset ini cukup umum di wilayah desa atau area yang belum memakai sistem sanitasi modern. Biaya pembuatan murah dan tidak butuh instalasi rumit jadi alasan utama pemakaian. 

Namun dari sisi kesehatan, risikonya cukup tinggi karena limbah bisa mencemari tanah serta sumber air sekitar. Tanpa perawatan tepat, kloset cemplung tradisional mudah menimbulkan bau dan masalah lingkungan. 

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut sanitasi terbuka meningkatkan risiko penyakit berbasis air dan bakteri. Karena itu, banyak rumah kini mulai beralih ke sistem kloset yang lebih aman dan tertutup demi kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Panduan, Prosedur, dan Cara Sedot WC dari Kloset yang Aman

2. Kloset Cubluk Semi Permanen

Kloset cubluk semi permanen merupakan pengembangan dari model tradisional. Lubang tanah menggunakan lapisan semen atau beton agar struktur lebih kuat. Cara ini membantu menjaga bentuk lubang tetap stabil serta mengurangi risiko longsor. Model ini sering digunakan pada rumah di area semi permanen atau wilayah dengan keterbatasan akses sanitasi modern.

Daya tahan jadi keunggulan utama kloset jenis ini. Lapisan beton membantu menahan tekanan tanah serta beban pemakaian harian. Keamanan juga lebih terjaga karena risiko ambles jauh lebih kecil dibanding cubluk tanah biasa. Banyak praktisi sanitasi menyarankan model ini sebagai solusi transisi menuju sistem septic tank yang lebih layak.

Meski lebih kuat, kloset cubluk semi permanen tetap butuh perawatan rutin. Pengelolaan limbah yang baik penting agar tidak mencemari tanah sekitar. Dengan perencanaan tepat dan perawatan teratur, kloset ini bisa menjadi solusi sanitasi yang lebih aman dan tahan lama untuk jangka menengah.

Baca Juga: Sedot WC Sidodadi Surabaya

3. Kloset Cemplung dengan Bak Penampung

Kloset cemplung cubluk merupakan tipe kloset tradisional yang masih banyak digunakan di wilayah pedesaan atau rumah lama. Sistem ini bekerja dengan lubang penampung sederhana tanpa mekanisme flush modern. Limbah langsung jatuh ke lubang sehingga konstruksinya relatif mudah dan biaya pemasangan lebih rendah.

Salah satu variannya adalah kloset cemplung dengan bak penampung. Model ini sudah mengalami peningkatan fungsi dibanding cubluk murni. Bak penampung berperan menahan limbah sementara agar tidak langsung mencemari tanah sekitar. Sistem ini membantu mengurangi bau serta membuat pengelolaan limbah lebih terkontrol.

Kloset jenis ini sering menjadi tahap transisi menuju septic tank. Banyak rumah memanfaatkannya sebelum beralih ke sistem sanitasi modern. Meski sederhana, perawatan tetap penting agar tidak memicu pencemaran lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, kloset cemplung berbak penampung masih bisa berfungsi aman dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: 5 Penyebab Septic Tank Cepat Penuh Meskipun Baru Disedot

Ciri-ciri Kloset Cemplung Cubluk

Kloset cemplung cubluk memiliki ciri utama berupa tidak adanya leher angsa. Lubang pembuangan langsung terhubung ke penampungan di bawah tanpa perangkap air. Kondisi ini membuat kotoran langsung jatuh ke lubang, tanpa penghalang bau.

Dari sisi konstruksi, model ini tergolong sederhana dan banyak digunakan pada bangunan lama atau area pedesaan. Ciri berikutnya yaitu tidak menggunakan sistem flush air. Pengguna biasanya menyiram manual memakai gayung.

Cara ini memang hemat air, namun aliran pembersihan kurang optimal. Sisa kotoran lebih mudah menempel dan menimbulkan bau. Tanpa aliran air yang konsisten, kebersihan kloset juga lebih sulit terjaga.

Karena tidak ada perangkap air, bau dari penampungan lebih mudah keluar ke area sekitar. Risiko serangga seperti lalat dan kecoa juga lebih tinggi karena akses terbuka langsung ke lubang pembuangan. Dari sisi kesehatan dan kenyamanan, kloset cemplung cubluk perlu perhatian ekstra agar tidak memicu masalah sanitasi yang lebih serius.

Apa Saja Fungsi Kloset Cemplung Cubluk?

Kloset cemplung cubluk berfungsi sebagai solusi sanitasi paling sederhana dengan biaya rendah. Sistem ini tidak memakai mekanisme flush atau pipa rumit. Limbah langsung masuk ke lubang penampung di tanah. 

Karena konstruksinya simpel, kloset ini sering dipilih untuk kebutuhan dasar sanitasi di berbagai kondisi terbatas. Kloset cubluk banyak digunakan di daerah dengan ketersediaan air minim.

Penggunaannya tidak bergantung pada air dalam jumlah besar, sehingga lebih hemat dan praktis. Sistem ini juga cocok untuk lingkungan pedesaan atau lokasi yang belum memiliki jaringan sanitasi modern.

Selama pengelolaan lubang penampung dilakukan dengan benar, fungsi dasarnya tetap berjalan. Selain itu, kloset cemplung cubluk sering dipakai sebagai kamar mandi darurat atau sementara. 

Contohnya pada area proyek, lokasi bencana, atau bangunan yang belum permanen. Meski sederhana, fungsi sanitasi tetap terpenuhi. Namun, perawatan dan jarak aman dari sumber air bersih tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Baca Juga: WC Mampet? Ini Fungsi dan Cara Pakai WC Plunger

Perbedaan Kloset Cemplung vs Kloset Leher Angsa

Sistem pembuangan

  • Kloset cemplung: Limbah jatuh langsung ke lubang tanpa perangkap air. Aliran sederhana, namun kurang kontrol bau.
  • Kloset leher angsa: Pakai pipa melengkung berisi air sebagai perangkap. Aliran lebih stabil dan aman.

Kebersihan & bau

  • Kloset cemplung: Bau lebih mudah naik karena tidak ada water trap. Kebersihan bergantung penuh pada ventilasi.
  • Kloset leher angsa: Bau lebih tertahan karena air di leher angsa berfungsi sebagai pengunci gas.

Biaya & perawatan

  • Kloset cemplung: Harga lebih murah dan pemasangan simpel. Perawatan minim, namun risiko bau lebih tinggi.
  • Kloset leher angsa: Biaya awal lebih tinggi, tapi perawatan lebih nyaman dan higienis untuk jangka panjang.

Kesimpulan

Kloset cemplung cubluk masih banyak digunakan hingga sekarang, terutama pada area tertentu dengan keterbatasan infrastruktur. Fungsinya sederhana dan biaya pembuatannya relatif rendah. Untuk kondisi darurat atau wilayah terpencil, jenis ini masih dianggap cukup membantu kebutuhan dasar sanitasi.

Namun, pemahaman jenis dan cirinya jadi hal penting. Kloset cubluk punya risiko kebersihan lebih tinggi jika tanpa pengelolaan yang tepat. Bau, serangga, serta potensi pencemaran tanah bisa muncul bila konstruksi dan jarak resapan tidak sesuai standar sanitasi. Pengetahuan dasar ini membantu Anda mengurangi risiko kesehatan keluarga.

Jika memungkinkan, peningkatan sistem sangat disarankan. Beralih ke kloset yang lebih modern dengan septic tank kedap dan resapan terkontrol memberi perlindungan lebih baik. Investasi ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi langkah nyata menjaga sanitasi aman dan kesehatan jangka panjang.