Pemasangan kloset jongkok yang benar punya peran penting dalam menjaga kenyamanan serta kebersihan kamar mandi. Posisi kloset, kemiringan pipa, dan kerapatan sambungan sangat memengaruhi kelancaran aliran.
Dengan pemasangan tepat sejak awal, Anda bisa menghindari banyak masalah sanitasi di kemudian hari. Sebaliknya, pemasangan yang salah memicu kebocoran, bau tidak sedap, hingga WC mampet berulang.
Risiko ini sering muncul pada rumah baru maupun proyek renovasi yang kurang perencanaan. Artikel ini cocok untuk pemula serta Anda yang sedang renovasi rumah agar pemasangan kloset jongkok berjalan aman, rapi, dan tahan lama.
Apa Saja Jenis Kloset Jongkok yang Sering Digunakan

Jenis kloset jongkok yang umum digunakan terbagi menjadi dua, yaitu kloset jongkok plengsengan dan kloset jongkok cemplung. Keduanya masih banyak dipakai pada rumah tinggal, fasilitas umum, hingga bangunan lama.
Pemilihan jenis kloset ini biasanya menyesuaikan kondisi lahan, sistem pembuangan, serta kebiasaan pengguna. Kloset jongkok plengsengan memiliki permukaan miring dengan saluran pembuangan langsung menuju pipa. Sistem ini lebih modern dan relatif mudah dirawat karena kotoran langsung mengalir.
Sementara itu, kloset jongkok cemplung bekerja dengan sistem lubang langsung ke penampung di bawahnya. Model ini lebih sederhana namun punya risiko bau dan sanitasi lebih tinggi jika pengelolaan kurang baik.
Perbedaan sistem pembuangan sangat berpengaruh pada pemasangan. Plengsengan butuh jalur pipa yang rapi dan kemiringan tepat agar aliran lancar. Cemplung memerlukan jarak aman ke sumber air serta konstruksi lubang yang sesuai standar.
Baca Juga: Cara Pasang Kloset Duduk yang Benar & Tidak Bocor
Alat & Bahan yang Harus Disiapkan
Sebelum proses pemasangan dimulai, Anda perlu menyiapkan alat dan bahan secara lengkap. Kloset jongkok menjadi komponen utama yang harus sesuai ukuran lubang pembuangan.
Pipa PVC beserta sambungannya juga wajib tersedia agar aliran limbah berjalan lancar tanpa kebocoran. Pemilihan pipa yang tepat membantu mencegah masalah sanitasi di kemudian hari.
Bahan pendukung seperti semen, pasir, atau mortar instan berfungsi untuk mengunci posisi kloset agar tetap stabil. Seal, karet, atau wax ring berperan penting dalam menutup sambungan antara kloset dan pipa.
Komponen ini mencegah rembesan air serta keluarnya bau dari saluran pembuangan. Selain bahan, alat kerja juga perlu Anda siapkan. Waterpass membantu memastikan posisi kloset tetap rata.
Sendok semen dan ember memudahkan proses pencampuran material. Sealant silikon dengan sifat anti air dan anti bau berfungsi menutup celah akhir agar hasil pemasangan rapi dan tahan lama.
Cara Pasang Kloset Jongkok Step by Step

1. Pasang Pipa Pembuangan ke Lubang Septic Tank
Pemasangan pipa pembuangan wajib memperhatikan arah dan kemiringan yang tepat. Pipa sebaiknya mengarah langsung ke lubang septic tank tanpa banyak belokan. Kemiringan ideal berkisar 2 – 3 cm per meter agar limbah mengalir lancar dengan bantuan gravitasi.
Sudut yang terlalu landai membuat kotoran tertahan, sedangkan terlalu curam bisa memisahkan air dan padatan. Gunakan pipa berkualitas dengan diameter sesuai standar kloset jongkok.
Sambungan antar pipa perlu rapat dan lurus agar tidak terjadi kebocoran. Pastikan tidak ada cekungan di jalur pipa karena area ini sering jadi titik awal sumbatan. Pemeriksaan visual sebelum penutupan lantai sangat penting pada tahap ini.
Agar aliran tetap lancar, hindari penggunaan siku tajam. Pilih belokan lebar jika memang diperlukan. Bersihkan bagian dalam pipa sebelum pemasangan akhir agar tidak ada sisa pasir atau semen.
Baca Juga: Sedot WC Kapasari Surabaya Murah, Bergaransi, Anti Ribet | 24/7
2. Memasang Kloset Jongkok ke Pipa
Langkah awal pasang kloset jongkok yaitu memastikan posisi pipa pembuangan sudah tepat. Kloset perlu sejajar dengan lubang pipa agar aliran limbah lancar. Letakkan kloset di atas area pemasangan lalu cek arah pembuangan sebelum proses lanjut.
Tahap ini penting untuk mencegah pergeseran posisi saat pemakaian. Setelah itu, lakukan penyesuaian posisi lubang kloset. Pastikan kloset menempel rata ke permukaan lantai dan tidak miring.
Penyesuaian ini membantu distribusi beban lebih stabil serta menghindari celah yang bisa memicu kebocoran. Pengukuran yang presisi akan membuat hasil pemasangan lebih rapi dan awet.
Tahap akhir yaitu penggunaan seal agar sambungan tidak bocor. Pasang seal karet atau sealant khusus sanitasi pada area sambungan kloset dan pipa. Seal berfungsi menahan rembesan air serta bau dari saluran.
3. Mengatur Posisi & Kerataan Kloset
Pemasangan kloset jongkok perlu perhatian pada posisi dan kerataan sejak awal. Letakkan kloset sesuai arah pipa pembuangan agar aliran limbah berjalan lancar. Posisi yang tepat membantu mencegah kebocoran serta menjaga kenyamanan saat pemakaian.
Kesalahan kecil pada tahap awal sering memicu masalah jangka panjang. Gunakan waterpass untuk memastikan permukaan kloset benar-benar rata. Alat ini membantu Anda melihat kemiringan yang tidak kasat mata.
Pengecekan sebaiknya dilakukan dari beberapa sisi agar hasil lebih akurat. Kerataan yang baik membuat kloset menempel sempurna ke lantai. Pastikan kloset tidak miring sebelum tahap penguncian atau pengecoran akhir.
Kloset yang miring bisa menyebabkan genangan air dan tekanan tidak merata. Kondisi ini berisiko memicu retakan atau kebocoran. Dengan posisi presisi sejak awal, kloset jongkok akan lebih awet dan aman digunakan.
Baca Juga: Desain Septic Tank Abal-abal, Berbahaya
4. Proses Pengecoran atau Rekatkan Kloset ke Lantai
Pada tahap cor atau rekatkan kloset ke lantai, pastikan posisi kloset sudah presisi sejak awal. Sesuaikan lubang pembuangan dengan jalur pipa agar aliran tetap lurus. Gunakan adukan semen dengan komposisi tepat supaya daya rekat kuat.
Posisi yang akurat sejak awal mencegah masalah bocor dan kloset tidak stabil saat digunakan. Teknik pengecoran perlu rapi dan merata di seluruh sisi bawah kloset. Ratakan adukan semen menggunakan sendok semen sambil memastikan tidak ada rongga udara.
Tekanan ringan dan konsisten membantu kloset menempel sempurna ke lantai. Praktik konstruksi sanitasi menyarankan permukaan rata agar beban tubuh terdistribusi merata dan usia pakai kloset lebih panjang.
Selama proses pengeringan, pastikan kloset tidak bergeser. Tahan posisi kloset dengan beban ringan atau penyangga sederhana selama beberapa jam pertama. Jangan gunakan kloset sebelum semen benar-benar mengeras.
5. Finishing & Penutupan Celah
Tahap finishing jadi penentu apakah kloset jongkok aman dari bocor atau tidak. Setelah posisi kloset presisi dan stabil, lakukan aplikasi sealant silikon pada celah antara kloset dan lantai.
Gunakan sealant khusus sanitasi yang tahan air dan jamur agar daya rekat kuat serta awet. Ratakan sealant secara menyeluruh supaya tidak ada celah air merembes. Sealant silikon berfungsi sebagai pelindung tambahan selain semen.
Material ini fleksibel dan mampu mengikuti pergerakan ringan pada lantai. Banyak panduan teknis menyebutkan bahwa sealant silikon efektif mencegah rembesan air dan bau dari bawah kloset. Pastikan sealant mengering sempurna sebelum kloset digunakan.
Langkah terakhir yaitu membersihkan sisa semen dan sealant berlebih. Gunakan kain lembap atau alat pembersih halus agar permukaan kloset tetap mulus dan tidak tergores. Finishing yang rapi membuat kloset jongkok tampak bersih, aman digunakan, dan lebih awet dalam jangka panjang.
Baca Juga: Cara Menjaga Kebersihan Kamar Mandi
Kesalahan Umum Saat Pasang Kloset Jongkok
Kesalahan umum saat pasang kloset jongkok sering berawal dari kemiringan pipa yang tidak sesuai. Sudut pipa terlalu landai membuat aliran limbah lambat dan mudah tersendat. Jika terlalu curam, air mengalir lebih cepat dibanding kotoran sehingga sisa limbah tertinggal.
Kondisi ini dalam jangka panjang memicu WC mampet dan bau tidak sedap. Masalah lain muncul dari seal yang kurang rapat. Seal berfungsi mencegah kebocoran serta menahan bau dari saluran.
Saat pemasangan kurang presisi, air bisa merembes ke lantai dan aroma tidak sedap keluar dari celah kloset. Kesalahan ini sering terjadi karena kualitas seal rendah atau proses pemasangan terburu-buru.
Pengecoran yang terlalu tipis juga kerap terabaikan. Lapisan cor berfungsi mengunci posisi kloset agar tetap stabil. Cor yang tipis mudah retak dan bergeser saat kloset sering digunakan.
Pasang Kloset Jongkok Tidak Sulit Jika Tahu Caranya

Pasang kloset jongkok sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri selama memahami langkah dasarnya. Prosesnya tidak rumit, namun tetap butuh ketelitian agar hasilnya rapi dan berfungsi optimal.
Dengan panduan yang tepat, pemasangan mandiri bisa menghemat biaya tanpa mengorbankan kenyamanan. Kunci utama terletak pada posisi, kemiringan, dan penggunaan seal.
Posisi yang pas memastikan aliran lancar, kemiringan membantu pembuangan tanpa hambatan, dan seal mencegah rembesan air maupun bau. Kesalahan kecil pada tiga aspek ini sering memicu masalah seperti bocor atau WC mampet di kemudian hari.
Pemasangan yang benar membantu mencegah gangguan jangka panjang pada saluran pipa. Namun, agar sistem sanitasi tetap lancar dan terawat, Anda juga bisa memesan layanan sedot WC secara berkala.
